Perburuan prestasi atlet pun Ridwan MD mulai, dengan start puncak pertama nya adalah
multi event Pekan Olahraga Pelajar Daerah ke III tahun 1994 di Kota Sigli Kabupaten
Pidie. Sabang tempo itu yang tidak diperhitungkan dalam peta kekuatan olahraga
Aceh ternyata mampu mengejutkan, menyodok, merobek dan membuat peta baru.
Dengan meraih 4 medali emas, 2 perak, 3 perunggu dengan posisi akhir masuk lima besar yaitu juara umum III setelah Banda Aceh, Aceh Utara dan Aceh Besar. Medali emas diraih masing-masing oleh Armianto (Lompat Tinggi Pa), Nurafni (Lempar Cakram Pi), Musanna (Lempar Lembing Pi) dan Tim Bola Voli Pi, selebihnya medali perak dan perunggu diperoleh dari cabang atletik.

Sebenarnya dengan kondisi
sabang belum memiliki peralatan olahraga yang memadai ketika itu harus menciptakan
alat-alat latihan seperti matras lompat tinggi dibuat dari sabut kelapa
dibungkus terpalnya dari karung goni, peluru dan cakram dibuat dari semen,
lembing dibuat dari bambu dan rotan.
Ada teman berseloroh mengatakan “ Patutlah bisa jadi juara, alat latihannya saja sudah berat, begitu megang alat asli dalam perlombaan resmi sudah pasti terasa ringan”. Kata seorang teman lain sambil terpukau melihat foto-foto dan dokumen-dokumen rangcang program olahraga di kediaman nya, teman itu berkata “Pantaslah seperti ini hasilnya karena semua diprogramkan secara sistematis, terpadu dan berjenjang serta berkesinambungan”.



No comments:
Post a Comment